Showing posts with label PKWU. Show all posts
Showing posts with label PKWU. Show all posts

Monday, April 27, 2026

SEORANG WIRAUSAHA


 

wirausaha (atau entrepreneur) adalah seseorang yang melakukan aktivitas kreatif dan inovatif dengan cara menciptakan sesuatu yang baru dan memiliki nilai tambah, guna memberikan manfaat bagi orang lain dan mendatangkan keuntungan.
​Berikut adalah poin-poin penting (materi) yang mendefinisikan seorang wirausaha:
​1. Karakteristik Utama Wirausaha
​Seorang wirausaha yang sukses biasanya memiliki "racikan" sifat berikut:
​Disiplin & Mandiri: Tidak perlu disuruh untuk mulai bergerak.
​Berani Mengambil Risiko: Tahu bahwa ada peluang gagal, tapi tetap maju dengan perhitungan yang matang.
​Inovatif & Kreatif: Selalu mencari cara baru untuk menyelesaikan masalah atau menciptakan produk.
​Berorientasi pada Masa Depan: Punya visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai.
​Komitmen Tinggi: Fokus pada tujuan hingga benar-benar tercapai.
​2. Unsur-Unsur Kewirausahaan
​Ada tiga unsur penting yang saling berkaitan:
​Pengetahuan (Knowledge): Memahami bidang usaha yang ditekuni.
​Keterampilan (Skill): Mampu mengelola operasional, keuangan, dan pemasaran.
​Sikap Mental (Attitude): Mental pantang menyerah saat menghadapi kendala.
​3. Peran Wirausaha dalam Ekonomi
​Wirausaha itu ibarat "mesin" penggerak ekonomi karena mereka:
​Menciptakan Lapangan Kerja: Mengurangi angka pengangguran.
​Meningkatkan Pendapatan Nasional: Melalui pajak dan perputaran uang.
​Mendorong Inovasi: Memaksa pasar untuk terus berkembang dengan ide-ide baru.
​4. Tahapan Menjadi Wirausaha
​Jika kamu ingin memulai, biasanya jalurnya seperti ini:
​Tahap Memulai: Mencari ide dan melihat peluang pasar.
​Tahap Melaksanakan: Mulai mengelola berbagai aspek (SDM, kepemimpinan, dan modal).
​Tahap Mempertahankan: Melakukan evaluasi agar bisnis tetap eksis di tengah persaingan.
​Tahap Mengembangkan: Ekspansi atau memperluas jangkauan bisnis.


LINK LKPD : LIHAT DISINI

UPLOAD FILE LKPD 

Monday, January 19, 2026

Kerajianan tektil


 

🧵 Materi PKWU: Kerajinan Tekstil

Selamat pagi/siang semuanya. Hari ini kita akan menyelami dunia Kerajinan Tekstil. Tekstil tidak hanya soal baju yang kita pakai, tetapi juga tentang seni, budaya, dan peluang bisnis yang sangat luas.

1. Pengertian Kerajinan Tekstil

Kerajinan tekstil adalah karya seni atau produk fungsional yang dibuat menggunakan bahan dasar utama berupa serat, benang, atau kain. Bahan-bahan ini diolah menggunakan berbagai teknik untuk menciptakan benda yang bernilai seni dan jual.

> Kunci: Kerajinan tekstil memadukan Keindahan (Estetika) dan Kegunaan (Fungsi).

2. Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil

Dalam pembuatan produk, kita harus memahami tujuan pembuatannya. Secara umum dibagi menjadi 4 fungsi utama:

 * Fungsi Penghias (Decoration): Dibuat semata-mata sebagai hiasan/pajangan.

   * Contoh: Hiasan dinding makrame, boneka kain perca.

 * Fungsi Benda Pakai (Utilitarian): Dibuat untuk digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

   * Contoh: Tas totebag, sarung bantal, celemek, pakaian.

 * Fungsi Kelengkapan Ritual: Mengandung simbol-simbol magis atau religius.

   * Contoh: Kain ulos untuk upacara adat, kain kafan, kain tenun ikat.

 * Fungsi Simbolik: Melambangkan hal tertentu (misal status sosial atau tradisi).

   * Contoh: Tenun songket dengan benang emas, batik motif parang (dahulu khusus raja).

3. Klasifikasi Teknik Desain

Dalam tekstil, teknik pembuatan dibagi menjadi dua kategori besar:

A. Structural Design (Desain Struktur)

Susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur yang terbentuk saat bahan itu dibuat.

 * Teknik: Merajut (knitting), Menenun (weaving), Menganyam.

 * Ciri: Motifnya menyatu dengan kain karena terbentuk dari jalinan benang.

B. Decorative Design (Desain Dekoratif)

Sentuhan atau hiasan yang ditambahkan di atas permukaan kain yang sudah jadi.

 * Teknik:

   * Batik: Menggunakan malam (lilin) dan canting/cap.

   * Sulam/Bordir: Menghias dengan jarum dan benang.

   * Jahit Perca (Patchwork): Menggabungkan potongan kain kecil.

   * Sablon/Printing: Mencetak gambar di atas kain.

   * Tie-Dye/Jumputan: Mengikat dan mencelup pewarna.

   * Eco-print: Mentransfer bentuk dan warna daun asli ke kain.

4. Aspek Kewirausahaan (Peluang Usaha)

PKWU bukan hanya soal membuat, tapi juga soal menjual. Berikut adalah alur wirausaha kerajinan tekstil:

 * Riset Pasar (Market Research):

   Siapa target pasarmu? Anak muda (totebag kanvas, bucket hat) atau ibu-ibu (taplak meja bordir, daster batik)?

 * Desain & Produksi:

   Membuat prototipe produk dengan memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

 * Pengemasan (Packaging):

   Kemasan harus melindungi produk dan menarik perhatian (branding). Untuk tekstil, hindari kemasan yang membuat lembab.

 * Penghitungan HPP (Harga Pokok Produksi):

   Rumus sederhana:

   DOWNLOAD LKPD 

5. https://docs.google.com/document/d/1itwXolBQyZAP-TIC0wjAnPI-fbXR0pvS/edit?usp=drivesdk&ouid=108075403541108474058&rtpof=true&sd=true

Friday, February 7, 2025

MEREK



Merek adalah aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Merek yang kuat dapat membantu perusahaan memenangkan persaingan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan menciptakan nilai jangka panjang 

Pengertian Merek

Merek adalah nama, istilah, desain, simbol, atau kombinasi dari semuanya yang mengidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan membedakannya dari barang dan jasa pesaing. 1 Merek dapat berupa nama produk, logo, slogan, atau elemen visual lainnya yang membantu konsumen mengenali dan mengingat produk atau jasa tersebut

Fungsi Merek

Merek memiliki beberapa fungsi penting, baik bagi konsumen maupun bagi perusahaan:

  • Bagi Konsumen:

    • Memudahkan identifikasi: Merek membantu konsumen mengenali produk atau jasa yang mereka butuhkan di antara banyaknya pilihan yang tersedia.
    • Menjamin kualitas: Merek yang kuat seringkali diasosiasikan dengan kualitas tertentu, sehingga konsumen merasa lebih yakin dengan pembelian mereka.
    • Membangun kepercayaan: Merek yang telah dikenal dan dipercaya oleh konsumen dapat memberikan rasa aman dan nyaman dalam menggunakan produk atau jasa tersebut.
    • Menciptakan nilai emosional: Merek dapat membangkitkan emosi dan asosiasi tertentu dalam benak konsumen, seperti prestise, gaya hidup, atau identitas diri.
  • Bagi Perusahaan:

    • Menciptakan keunggulan kompetitif: Merek yang kuat dapat membedakan produk atau jasa perusahaan dari pesaing, sehingga menciptakan keunggulan kompetitif.
    • Meningkatkan loyalitas pelanggan: Merek yang disukai dan dipercaya oleh konsumen dapat mendorong loyalitas pelanggan, sehingga mereka cenderung membeli produk atau jasa perusahaan berulang kali.
    • Memudahkan pemasaran: Merek yang dikenal luas akan lebih mudah dipasarkan dan dipromosikan, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya pemasaran.
    • Menciptakan aset perusahaan: Merek yang kuat dapat menjadi aset perusahaan yang bernilai tinggi, bahkan dapat diperjualbelikan atau dilisensikan kepada pihak lain.

Jenis-Jenis Merek

Merek dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Merek produk: Merek yang digunakan untuk mengidentifikasi produk tertentu, seperti merek makanan, minuman, pakaian, atau elektronik.
  • Merek jasa: Merek yang digunakan untuk mengidentifikasi jasa tertentu, seperti merek perbankan, asuransi, transportasi, atau pariwisata.
  • Merek korporat: Merek yang digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan secara keseluruhan, seperti merek Indofood, Unilever, atau Telkom.
  • Merek pribadi: Merek yang dimiliki oleh pengecer atau distributor, dan hanya dijual di toko mereka sendiri.

Membangun Merek yang Kuat

Membangun merek yang kuat membutuhkan waktu, usaha, dan investasi yang besar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun merek yang kuat, antara lain:

  • Menentukan visi dan misi merek: Visi dan misi merek akan menjadi landasan bagi semua aktivitas pemasaran dan komunikasi merek.
  • Memahami target pasar: Perusahaan perlu memahami siapa target pasar mereka, apa kebutuhan dan keinginan mereka, serta bagaimana mereka berperilaku.
  • Menciptakan identitas merek yang unik: Identitas merek harus membedakan merek dari pesaing dan menarik bagi target pasar.
  • Mengkomunikasikan merek secara efektif: Perusahaan perlu mengkomunikasikan merek secara efektif melalui berbagai saluran pemasaran dan komunikasi.
  • Memelihara konsistensi merek: Konsistensi merek sangat penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.


Dalam pasar yang semakin kompetitif, merek yang kuat sangat penting bagi produk kerajinan. Merek membantu membedakan produk Anda dari pesaing, membangun kepercayaan pelanggan, dan meningkatkan nilai jual produk Anda. Berikut adalah beberapa alasan mengapa merek penting untuk produk kerajinan:

  • Diferensiasi: Merek membantu membedakan produk kerajinan Anda dari produk serupa lainnya di pasar. Ini sangat penting jika Anda menjual produk yang umum, seperti keramik atau kain tenun.
  • Kualitas: Merek yang kuat dapat memberikan kesan kualitas dan keahlian pada produk kerajinan Anda. Pelanggan akan lebih percaya pada produk yang memiliki merek yang dikenal dan terpercaya.
  • Harga: Merek yang kuat memungkinkan Anda untuk menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produk kerajinan Anda. Pelanggan bersedia membayar lebih untuk produk yang memiliki merek yang mereka percaya dan hargai.
  • Loyalitas: Merek yang kuat dapat membantu membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan yang puas dengan produk Anda akan cenderung membeli lagi di masa depan dan merekomendasikan merek Anda kepada orang lain.

Bagaimana Membangun Merek untuk Produk Kerajinan?

Berikut adalah beberapa tips untuk membangun merek yang kuat untuk produk kerajinan Anda:

  1. Tentukan Identitas Merek Anda:

    • Apa nilai-nilai yang ingin Anda representasikan melalui merek Anda?
    • Apa yang membuat produk kerajinan Anda unik?
    • Siapa target pasar Anda?
  2. Ciptakan Nama dan Logo yang Menarik:

    • Nama merek Anda harus mudah diingat dan diucapkan.
    • Logo merek Anda harusEye-catching dan mencerminkan identitas merek Anda.
  3. Ceritakan Kisah di Balik Produk Anda:

    • Ceritakan kisah tentang proses pembuatan produk Anda, inspirasi di balik desain Anda, atau pengrajin yang membuatnya.
    • Kisah yang menarik dapat membantu membangun koneksi emosional dengan pelanggan.
  4. Gunakan Media Sosial:

    • Gunakan media sosial untuk mempromosikan merek Anda, berinteraksi dengan pelanggan, dan berbagi kisah di balik produk Anda.
  5. Ikuti Pameran dan Pasar Kerajinan:

    • Ikuti pameran dan pasar kerajinan untuk memperkenalkan merek Anda kepada khalayak yang lebih luas.
  6. Berikan Pelayanan Pelanggan yang Luar Biasa:

    • Pelayanan pelanggan yang luar biasa dapat membantu membangun reputasi merek Anda dari mulut ke mulut.

Proporsi Merek dalam Pemasaran Produk Kerajinan

Proporsi merek dalam pemasaran produk kerajinan Anda akan tergantung pada jenis produk, target pasar, dan anggaran Anda. Namun, secara umum, merek harus menjadi bagian penting dari strategi pemasaran Anda. Berikut adalah beberapa cara untuk mengintegrasikan merek dalam pemasaran produk kerajinan Anda:

  • Kemasan: Gunakan kemasan yang menarik danInformative untuk memperkuat merek Anda.
  • Situs Web: Buat situs web yang profesional dan mudah digunakan untuk menampilkan produk Anda dan menceritakan kisah merek Anda.
  • Media Sosial: Gunakan media sosial untuk mempromosikan merek Anda, berinteraksi dengan pelanggan, dan berbagi konten yang relevan.
  • Iklan: Pertimbangkan untuk beriklan di media cetak atau online untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.
  • Hubungan Masyarakat: Bangun hubungan dengan media dan influencer untuk mendapatkan liputan tentang merek Anda.

Monday, January 20, 2025

AIDA


AIDA adalah akronim yang digunakan dalam bidang pemasaran dan periklanan yang mengacu pada model yang menggambarkan tahapan yang dilalui oleh seseorang sejak pertama kali tertarik pada suatu produk atau layanan hingga akhirnya melakukan pembelian

PETA KONSEP MATERI
AIDA
|
|-- Attention
|   |-- Iklan menarik
|   |-- Judul mencolok
|   |-- Visual menarik
|
|-- Interest
|   |-- Informasi yang relevan
|   |-- Cerita menarik
|   |-- Manfaat produk
|
|-- Desire
|   |-- Testimoni
|   |-- Demonstrasi
|   |-- Penawaran khusus
|
|-- Action
    |-- Call to Action
    |-- Proses pembelian mudah
    |-- Penawaran waktu terbatas

  1. Attention (Perhatian):

    • Definisi: Tahap pertama di mana tujuan utamanya adalah menarik perhatian calon pelanggan.

    • Contoh Taktik: Iklan yang menarik, judul yang mencolok, visual yang mencuri perhatian.

    • Tujuan: Menarik perhatian calon pelanggan di tengah-tengah banyaknya gangguan dan informasi.

  2. Interest (Minat):

    • Definisi: Setelah perhatian ditangkap, langkah berikutnya adalah membangkitkan minat calon pelanggan terhadap produk atau layanan.

    • Contoh Taktik: Memberikan informasi yang relevan dan menarik, cerita menarik, manfaat produk yang menonjol.

    • Tujuan: Membuat calon pelanggan tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang produk atau layanan.

  3. Desire (Keinginan):

    • Definisi: Tahap di mana minat yang telah dibangkitkan kemudian dikonversi menjadi keinginan yang kuat untuk memiliki produk atau menggunakan layanan.

    • Contoh Taktik: Testimoni pelanggan, demonstrasi produk, penawaran khusus, penekanan pada keunikan produk.

    • Tujuan: Membuat calon pelanggan merasa bahwa mereka membutuhkan produk atau layanan tersebut dan bahwa itu akan memberikan nilai tambah dalam hidup mereka.

  4. Action (Tindakan):

    • Definisi: Tahap akhir di mana keinginan yang kuat tersebut mendorong calon pelanggan untuk mengambil tindakan, seperti melakukan pembelian atau mendaftar layanan.

    • Contoh Taktik: Panggilan untuk bertindak yang jelas (Call to Action - CTA), proses pembelian yang mudah, penawaran waktu terbatas.

    • Tujuan: Mengonversi keinginan menjadi tindakan nyata yang menguntungkan bisnis.

Contoh penggunaan AIDA dalam praktik pemasaran bisa terlihat dalam kampanye iklan yang dirancang untuk menangkap perhatian, menimbulkan minat, membangkitkan keinginan, dan akhirnya mendorong tindakan pembelian.

Wednesday, January 15, 2025

6M dan 5P


 Konsep 6M dan 5P merupakan dua kerangka pemikiran yang saling melengkapi dalam mengembangkan dan mengelola bisnis, termasuk kerajinan. Berikut adalah penjelasan tentang konsep 6M dan hubungannya dengan 5P:



# Konsep 6M

1. Man (Manusia): Sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan produk.

2. Machine (Mesin): Teknologi dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

3. Material (Bahan): Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.

4. Method (Metode): Cara atau proses produksi yang digunakan.

5. Money (Uang): Sumber daya keuangan yang digunakan untuk membiayai proses produksi dan penjualan.

6. Market (Pasar): Target pasar yang dituju oleh produk.


# Hubungan 6M dengan 5P

1. Man (Manusia) dan People (Orang): Keduanya terkait dengan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan.

2. Machine (Mesin) dan Product (Produk): Mesin yang digunakan mempengaruhi kualitas dan jenis produk yang dihasilkan.

3. Material (Bahan) dan Product (Produk): Bahan baku yang digunakan mempengaruhi kualitas produk.

4. Method (Metode) dan Price (Harga): Metode produksi yang efisien dapat mengurangi biaya dan mempengaruhi harga.

5. Money (Uang) dan Price (Harga): Sumber daya keuangan mempengaruhi harga dan keuntungan.

6. Market (Pasar) dan Place (Tempat) serta Promotion (Promosi): Pasar yang dituju mempengaruhi saluran distribusi dan promosi yang digunakan.


# Penerapan dalam Kerajinan

1. Menggunakan teknologi yang tepat (Machine) untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan.

2. Mengembangkan metode produksi yang efisien (Method) untuk mengurangi biaya.

3. Menggunakan bahan baku yang berkualitas (Material) untuk meningkatkan kualitas produk.

4. Membangun tim yang solid (Man) untuk meningkatkan produktivitas.

5. Mengalokasikan sumber daya keuangan yang tepat (Money) untuk membiayai proses produksi dan penjualan.

6. Menganalisis target pasar (Market) untuk menentukan saluran distribusi dan promosi yang efektif.


Dengan memahami konsep 6M dan 5P, Anda dapat mengembangkan strategi bisnis yang lebih efektif dan efisien dalam mengembangkan dan mengelola kerajinan.

Konsep 5P


 Konsep kewirausahaan 5P adalah suatu kerangka pemikiran yang dikembangkan untuk membantu para wirausaha dalam mengembangkan dan mengelola bisnis mereka. Berikut adalah penjelasan detail tentang konsep 5P tersebut:



# 5 Pilar Kewirausahaan

1. Product (Produk): Produk adalah barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam konteks kerajinan, produk dapat berupa barang-barang kerajinan tangan seperti keramik, ukiran, atau perhiasan. Penting untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik, unik, dan memenuhi kebutuhan pasar.


2. Price (Harga): Harga adalah seberapa besar biaya yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut. Dalam menentukan harga, perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti biaya produksi, target pasar, dan persaingan. Harga yang tepat dapat membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan.


3. Place (Tempat): Tempat merujuk pada saluran distribusi atau tempat di mana produk dijual. Dalam konteks kerajinan, tempat dapat berupa toko online, pasar kerajinan, atau galeri. Penting untuk memilih tempat yang strategis dan tepat untuk menjangkau target pasar.


4. Promotion (Promosi): Promosi adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan minat konsumen terhadap produk. Dalam konteks kerajinan, promosi dapat dilakukan melalui media sosial, iklan online, atau pameran. Promosi yang efektif dapat membantu meningkatkan penjualan dan merek.


5. People (Orang): Orang merujuk pada pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan produk. Dalam konteks kerajinan, orang dapat berupa pengrajin, desainer, atau penjual. Penting untuk membangun hubungan yang baik dengan semua pihak yang terlibat untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.


# Pemanfaatan dalam Kerajinan

1. Mengembangkan produk kerajinan yang unik dan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

2. Menentukan harga yang tepat untuk produk kerajinan berdasarkan biaya produksi, target pasar, dan persaingan.

3. Membangun saluran distribusi yang efektif untuk menjual produk kerajinan, seperti toko online atau pasar kerajinan.

4. Melakukan promosi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat konsumen terhadap produk kerajinan.

5. Membangun hubungan yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan produk kerajinan.


# Manfaat

1. Meningkatkan kesadaran dan minat konsumen terhadap produk kerajinan.

2. Meningkatkan penjualan dan keuntungan.

3. Membangun merek yang kuat dan berkualitas.

4. Meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

5. Membangun hubungan yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan produk kerajinan.

Wednesday, September 25, 2024

Pengertian dan Ciri KERAJINAN (PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN)



Kerajinan adalah kegiatan yang melibatkan keterampilan tangan untuk menciptakan barang-barang yang memiliki nilai estetika dan fungsional. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang pengertian kerajinan:

Pengertian Kerajinan

Kerajinan adalah salah satu cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan dalam proses pembuatannya. Kata “kerajinan” berasal dari bahasa Sanskerta “kr” yang berarti “mengerjakan,” yang kemudian berkembang menjadi kata “karya” atau "kerja". Kerajinan sering juga disebut sebagai seni kriya.



Ciri-Ciri Kerajinan

  1. Keterampilan Tangan

    • Kerajinan sangat bergantung pada keterampilan manual. Setiap produk kerajinan biasanya dibuat dengan tangan, yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus
  2. Nilai Estetika

    • Produk kerajinan memiliki nilai keindahan yang tinggi. Estetika ini bisa berasal dari desain, warna, bentuk, dan detail yang ditambahkan oleh pengrajin
  3. Fungsionalitas

    • Selain indah, produk kerajinan juga memiliki fungsi praktis. Misalnya, kerajinan dari tanah liat bisa menjadi vas bunga, sementara kerajinan dari kain perca bisa menjadi tas atau dompet
  4. Unik dan Kreatif

    • Setiap produk kerajinan biasanya unik dan mencerminkan kreativitas pembuatnya. Tidak ada dua produk yang benar-benar sama karena setiap pengrajin memiliki gaya dan teknik tersendiri
  5. Penggunaan Bahan Beragam

    • Kerajinan bisa dibuat dari berbagai bahan, baik alami maupun buatan. Bahan alami seperti kayu, bambu, dan tanah liat sering digunakan, sementara bahan buatan bisa berupa plastik, logam, atau kaca
  6. Proses Pembuatan yang Detail

    • Proses pembuatan kerajinan biasanya melibatkan banyak langkah dan perhatian terhadap detail. Setiap tahap, mulai dari persiapan bahan hingga finishing, dilakukan dengan cermat untuk memastikan kualitas produk
  7. Daya Tahan

    • Produk kerajinan biasanya dibuat untuk tahan lama. Bahan yang digunakan sering kali dipilih karena kekuatannya dan kemampuannya untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama

MENU MATERI PRAKARYA DAN KERAJINAN

MATERI KERAJINAN

DAFTAR MATERI:


-

lMATERI REKAYASA


PKWU

DAFTAR MATERI:


DATA LIST VIDEO SISWA


- DATA MENU DAN TUGAS -

Klik Menu untuk masuk kedalam Menu:

LINK ULANGAN