Wednesday, February 11, 2026

Personal Branding

 "produk" yang mereka jual bukan hanya barangnya, tetapi juga jati diri mereka sebagai pengusaha.

1. Pengertian Personal Branding

Jika Brand adalah identitas sebuah produk atau perusahaan, maka Personal Branding adalah proses memasarkan diri sendiri dan karier sebagai sebuah merek.

Definisi Sederhana: > Personal Branding adalah apa yang orang lain katakan tentang kita ketika kita tidak berada di dalam ruangan. Ini adalah kombinasi dari keahlian, kepribadian, dan nilai-nilai yang kita tunjukkan kepada dunia.


2. Mengapa Wirausahawan Perlu Personal Branding?

Di era digital, orang tidak hanya membeli "apa" yang dijual, tetapi mereka membeli "siapa" yang menjual.

  • Membangun Kepercayaan (Trust): Calon pembeli lebih percaya pada manusia daripada logo perusahaan yang kaku.

  • Diferensiasi: Membedakan diri kita dari pesaing. Banyak orang menjual "Pindang Serani", tapi orang akan membeli milikmu karena caramu melayani atau cerita di baliknya.

  • Meningkatkan Nilai Jual: Seseorang dengan branding sebagai "Ahli Kuliner Tradisional" dapat menjual produk dengan harga lebih tinggi karena dianggap kompeten.


3. Pilar Utama Personal Branding (Konsep 3V)

Untuk membangun branding yang kuat, seorang siswa harus memperhatikan:

  1. Visual: Apa yang terlihat? (Gaya berpakaian, kerapian, foto profil di media sosial, logo pribadi).

  2. Voice (Suara): Bagaimana kita berkomunikasi? (Cara bicara, bahasa yang digunakan di caption media sosial, keramahan).

  3. Value (Nilai): Apa manfaat yang kita berikan? (Keahlian dalam memasak, kejujuran dalam berbisnis, semangat melestarikan budaya Jepara).


4. Langkah Membangun Personal Branding untuk Pemula

  1. Tentukan Keahlian Utama: Ingin dikenal sebagai apa? (Contoh: "Pemuda kreatif pengolah limbah" atau "Inovator makanan tradisional").

  2. Tentukan Target Audiens: Siapa yang ingin kita sasar? (Teman sebaya, ibu rumah tangga, atau wisatawan).

  3. Jaga Konsistensi: Gunakan nama dan gaya bicara yang sama di semua media (Instagram, TikTok, WhatsApp).

  4. Berbagi Cerita (Storytelling): Jangan hanya jualan. Ceritakan proses di balik layar, kegagalan saat mencoba resep, atau alasan memilih bahan tertentu.


5. Hubungan Personal Branding dengan Kearifan Lokal (Contoh: Jepara)

Seorang wirausahawan di Jepara dapat memanfaatkan identitas daerahnya untuk memperkuat branding:

  • Personal Branding: "Pengusaha Muda yang Cinta Budaya Jepara".

  • Tindakan: Selalu mengenakan aksesoris Tenun Troso saat mempromosikan produknya.

  • Dampak: Masyarakat akan melihatnya sebagai sosok yang autentik dan memiliki misi sosial, bukan sekadar mencari untung.


6. Etika dalam Personal Branding

  • Otentisitas (Keaslian): Jangan berpura-pura menjadi orang lain. Branding yang palsu akan cepat terbongkar.

  • Integritas: Selalu tepati janji. Jika branding kita adalah "Pelayanan Cepat", maka pengiriman barang tidak boleh terlambat.

  • Media Sosial yang Bersih: Hindari mengunggah hal-hal negatif atau kasar, karena jejak digital akan memengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap bisnismu.

Tuesday, February 3, 2026

Peta Soal Ujian PKWU Kelas XII

Peta Soal Ujian PKWU Kelas XII

1. Topik: Rekayasa (Sistem Kendali Sensor & Arduino)

Bagian ini fokus pada kemampuan siswa dalam merancang solusi teknologi tepat guna.

Sub-Topik

Indikator Pencapaian

Bentuk Soal


Komponen Arduino

Mengidentifikasi fungsi Pin Digital/Analog, Breadboard, dan Mikrokontroler.

Pilihan Ganda

Jenis-Jenis Sensor

Membedakan fungsi sensor (Ultrasonik, LDR, PIR, DHT11) dalam kehidupan sehari-hari.

Pilihan Ganda


Logika Pemrograman

Menganalisis potongan kode (sketch) sederhana (Void Setup & Void Loop).

Pilihan Ganda


 

2. Topik: Kerajinan (Pasar Lokal & Global)

Fokus pada pengembangan produk kerajinan yang memiliki nilai jual dan identitas budaya.

Sub-Topik

Indikator Pencapaian

Bentuk Soal


Eksplorasi Ide

Menentukan inspirasi budaya untuk produk kerajinan pasar lokal.

Pilihan Ganda


Teknik Produksi

Menjelaskan tahapan produksi (Pembahanan, Pembentukan, Perakitan, Finishing).

Pilihan Ganda


Kualitas & Kemasan

Menganalisis fungsi kemasan sebagai pelindung dan media pemasaran (Branding).

Pilihan Ganda

 

3. Topik: Kewirausahaan (Perencanaan & Strategi)

Bagian ini menguji mentalitas bisnis dan kemampuan manajerial siswa.

Sub-Topik

Indikator Pencapaian

Bentuk Soal


Analisis SWOT

Melakukan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats pada usaha rekayasa/kerajinan.

ESAI/Pilihan Ganda


Perhitungan BEP

Menghitung Break Even Point (Titik Impas) produksi menggunakan rumus biaya tetap dan variabel.

ESAI/Pilihan Ganda


Strategi Pemasaran

Menerapkan konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion) di era digital.

Pilihan Ganda




 ppt kerajinan :



Thursday, January 29, 2026

Kemasan Bahan Baku kertas

Membuat kemasan berbahan kertas bukan sekadar melipat karton, tapi merupakan perpaduan antara estetika desain, perlindungan produk, dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai AI yang suka membantu, saya telah merangkum panduan komprehensif untuk Anda.
1. Mengenal Jenis Bahan Baku Kertas Sebelum masuk ke proses pembuatan, penting untuk memilih "senjata" yang tepat sesuai kebutuhan produk: Kertas Kraft: Sangat kuat dan tahan robek. Biasanya digunakan untuk paper bag atau pembungkus luar. Art Paper/Art Card: Memiliki permukaan licin (glossy) atau halus (doff). Cocok untuk kemasan produk premium yang butuh cetakan warna tajam. Ivory: Kombinasi antara kekuatan dan estetika. Satu sisi putih bersih (untuk cetak), sisi lain agak kasar. Umum digunakan untuk kotak kosmetik atau makanan. Corrugated Paper (Kardus Bergelombang): Terdiri dari lapisan bergelombang di tengah. Digunakan untuk perlindungan ekstra (pengiriman barang berat). Duplex: Kertas dengan satu sisi putih dan satu sisi abu-abu. Ekonomis, sering digunakan untuk kotak nasi atau martabak. 
 2. Tahapan Proses Pembuatan Proses ini biasanya mengikuti alur kerja profesional di industri percetakan: A. Perancangan Struktur (Dieline) Ini adalah langkah paling krusial. Anda harus membuat jaring-jaring kotak dalam bentuk 2D. Garis Putus-putus: Untuk area lipatan. Garis Solid: Untuk area potong. Lidah Lem (Glue Flap): Area tambahan untuk merekatkan kemasan. B. Desain Grafis & Layout Setelah strukturnya siap, masukkan elemen visual seperti logo, informasi nutrisi, kode QR, dan warna brand. Pastikan menggunakan format warna CMYK agar hasil cetak sesuai dengan desain di layar. C. Pencetakan (Printing) Desain dipindahkan ke media kertas menggunakan mesin offset (untuk jumlah besar) atau digital printing (untuk jumlah sedikit). D. Finishing (Sentuhan Akhir) Agar kemasan terlihat mewah dan tahan lama, tambahkan teknik finishing: Laminasi: Lapisan plastik tipis (Glossy atau Doff). UV Spot: Memberikan efek mengkilap hanya pada bagian tertentu (misal: hanya pada logo). Emboss/Deboss: Memberikan tekstur timbul atau tenggelam pada kertas. Foil Stamping: Memberikan warna logam (emas/perak). E. Die-Cutting & Glueing Kertas dipotong sesuai bentuk dieline menggunakan pisau pond, kemudian dilipat dan dilem pada bagian lidah lem. 3. Keunggulan Kemasan Kertas Kenapa harus kertas? Berikut adalah faktanya: Ramah Lingkungan: Mudah terurai (biodegradable) dan dapat didaur ulang. Fleksibilitas: Mudah dibentuk, dipotong, dan dikustomisasi. Bobot Ringan: Mengurangi biaya pengiriman dibandingkan kemasan kaca atau logam. Citra Brand: Memberikan kesan "organik" dan "eksklusif" di mata konsumen.
tugas kelompok : 1 anak : 3-4 anak, MEMBUAT DESAIN KEMASAN BERBAHAN BAKU KERTAS

MENU MATERI PRAKARYA DAN KERAJINAN

MATERI KERAJINAN

DAFTAR MATERI:


-

lMATERI REKAYASA


PKWU

DAFTAR MATERI:


DATA LIST VIDEO SISWA


- DATA MENU DAN TUGAS -

Klik Menu untuk masuk kedalam Menu:

LINK ULANGAN