Dalam dunia pengemasan, pemilihan bahan sangat krusial karena mempengaruhi keawetan produk, estetika, dan harga jual. Secara umum, bahan kemasan dibagi menjadi tiga kategori besar: Kemasan Alami, Kemasan Buatan (Sintetis), dan Kemasan Komposit.
Berikut adalah rinciannya:
1. Kemasan Alami (Organik)
Bahan kemasan yang diperoleh langsung dari alam tanpa proses kimiawi yang rumit. Biasanya ramah lingkungan dan mudah terurai.
Bahan Kayu:
Fungsi: Kemasan tersier untuk distribusi jarak jauh karena sangat kuat dan kaku.
Contoh: Peti kayu untuk buah, palet kayu untuk tumpukan barang.
Bahan Anyaman/Tumbuhan (Nabati):
Fungsi: Memberikan sirkulasi udara (berpori) dan kesan tradisional.
Contoh: Janur (ketupat), Daun Pisang (pembungkus nasi), Bambu (besek/keranjang), Kelobot Jagung (dodol).
2. Kemasan Kertas (Paper Packaging)
Bahan kemasan yang terbuat dari serat selulosa kayu. Ini adalah bahan yang paling fleksibel dan mudah dicetak.
Kertas Tulis/HVS: Untuk pembungkus sederhana.
Kertas Kraft (Warna Coklat): Lebih kuat dari kertas biasa, sering dipakai untuk semen atau kantong belanja.
Karton/Kardus (Corrugated Box): Terdiri dari lapisan bergelombang untuk menahan benturan. Biasa untuk kemasan sekunder atau tersier.
Kertas Minyak/Laminasi: Kertas yang dilapisi lapisan tipis plastik atau lilin agar tahan minyak (contoh: kertas nasi coklat).
3. Kemasan Plastik (Sintetis)
Bahan hasil olahan minyak bumi yang paling banyak digunakan saat ini karena sifatnya yang ringan, transparan, dan tahan air.
Termoplastik (Bisa didaur ulang/dibentuk ulang):
PET (Polyethylene Terephthalate): Botol air mineral bening.
PP (Polypropylene): Gelas plastik minuman, wadah makanan microwaveable (tahan panas).
PE (Polyethylene): Kantong plastik es, kantong kresek.
Termoset: Plastik yang jika sudah padat tidak bisa dilelehkan kembali (contoh: melamin).
4. Kemasan Logam (Metal Packaging)
Kemasan yang memiliki ketahanan paling tinggi terhadap gas, cahaya, dan benturan. Sangat baik untuk produk yang butuh sterilisasi panas.
Kaleng (Tinplate): Baja berlapis timah.
Contoh: Kaleng sarden, kornet, susu kental manis.
Aluminium: Lebih ringan dari baja dan anti karat.
Contoh: Kaleng minuman bersoda, kaleng aerosol (parfum).
Aluminium Foil: Lembaran logam sangat tipis.
Contoh: Pembungkus coklat batang, lapisan dalam kemasan keripik (agar tetap renyah).
5. Kemasan Gelas / Kaca
Terbuat dari campuran pasir silika yang dipanaskan. Sifat utamanya adalah inert (tidak bereaksi kimia dengan isinya).
Kelebihan: Transparan, terlihat mewah, tidak mengubah rasa/bau produk, bisa dipakai berulang kali.
Kekurangan: Berat, mudah pecah, mahal.
Contoh: Botol sirup, toples selai, botol parfum, botol kecap.
6. Kemasan Komposit (Campuran)
Kemasan yang menggabungkan dua atau lebih jenis bahan di atas untuk mendapatkan keunggulan dari masing-masing bahan.
Contoh: Kemasan Karton Minuman (Tetra Pak).
Terdiri dari lapisan: Kertas (untuk struktur) + Plastik (agar tahan air) + Aluminium Foil (agar tahan cahaya dan bakteri).
Biasanya untuk susu UHT atau teh kotak.
RINGKASAN PERBANDINGAN SIFAT BAHAN
Untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel perbandingannya:
| Jenis Bahan | Kelebihan Utama | Kekurangan Utama | Contoh Produk |
| Alami (Daun/Kayu) | Murah, ramah lingkungan, artistik | Mudah rusak, tidak tahan air lama | Ketupat, Besek, Nasi bungkus |
| Kertas | Mudah dicetak (branding), ringan | Mudah sobek, tidak tahan air (kecuali dilapis) | Kotak kue, Paper bag |
| Plastik | Tahan air, transparan, fleksibel | Sulit terurai (limbah), tidak tahan panas tinggi | Snack, Botol air, Cup minuman |
| Logam | Tahan banting, kedap udara & cahaya total | Mahal, berat, bisa berkarat (jika lapisan rusak) | Sarden, Susu kaleng |
| Gelas | Mewah, tidak merubah rasa (inert) | Mudah pecah, sangat berat | Sirup, Selai, Madu |



8:25 AM
Ar1f54
Posted in:
0 comments:
Post a Comment