Monday, January 26, 2026

TENUN TROSO


 



Tenun Troso adalah kerajinan kain tenun ikat tradisional yang berasal dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Berbeda dengan batik yang motifnya dibuat dengan malam (lilin), motif Tenun Troso terbentuk dari proses pengikatan benang pakan atau lusi sebelum dicelupkan ke dalam warna.

2. Sejarah Singkat

Keahlian menenun di Desa Troso diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19. Awalnya, warga desa hanya membuat kain tenun polos untuk kebutuhan pakaian sehari-hari atau perlengkapan ibadah. Seiring waktu, para perajin menyerap teknik Tenun Ikat dari daerah lain (seperti Bali dan Flores) dan mengembangkannya hingga menjadi identitas khas Jepara yang dikenal hingga mancanegara.


3. Karakteristik dan Ciri Khas

  • Teknik Ikat: Motif dihasilkan melalui proses ikat yang sangat rumit pada benang sebelum ditenun.

  • Motif yang Dinamis: Tenun Troso sangat fleksibel. Perajin mampu mengadopsi motif Nusantara (seperti motif Sumba, Toraja, atau Dayak) namun tetap memiliki sentuhan lokal Jepara.

  • Bahan Baku: Umumnya menggunakan benang katun (untuk kenyamanan) atau benang sutra (untuk kesan mewah).

  • Tekstur: Kain cenderung lebih tebal, kuat, namun tetap lembut setelah beberapa kali pencucian.


4. Proses Pembuatan (Tahapan Produksi)

Pembuatan Tenun Troso memerlukan ketelitian tinggi melalui tahapan berikut:

  1. Pengetengan: Menyusun benang secara sejajar pada alat yang disebut palangan.

  2. Pencukiran/Pola: Membuat pola gambar pada benang-benang yang sudah tertata.

  3. Pengikatan: Bagian benang yang akan diberi warna berbeda diikat menggunakan tali plastik (rafia) agar tidak terkena warna saat pencelupan (prinsipnya mirip tie-dye).

  4. Pewarnaan: Benang dicelupkan ke dalam larutan warna. Bagian yang diikat akan tetap berwarna putih (atau warna dasar).

  5. Pelepasan Ikat: Tali pengikat dilepas, sehingga muncul motif pada benang.

  6. Penenunan: Benang yang sudah bermotif disusun pada Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) untuk ditenun menjadi lembaran kain.


5. Alat Utama: ATBM

Ciri utama produksi Tenun Troso adalah penggunaan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Alat ini digerakkan oleh tenaga manusia secara manual, bukan mesin otomatis. Hal ini menjaga kualitas "seni" dan eksklusivitas pada setiap helai kainnya.

Alat utama pembuat Tenun Troso, Jepara, adalah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), sebuah mesin manual berbasis kayu yang efisien untuk memproduksi tenun ikat berkualitas. Prosesnya melibatkan alat pendukung seperti jontro (penggulung benang), teropong (sekoci), sisir (merapatkan benang), dan bum (penggulung lungsi). 
Komponen Utama dan Alat Pembuatan Tenun Troso:
  • ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin): Rangka utama tempat menenun yang dioperasikan manual.
  • Jontro: Alat untuk menggulung benang pakan (benang horizontal) ke palet.
  • Teropong/Sekoci: Wadah untuk benang pakan yang digerakkan bolak-balik.
  • Sisir: Alat untuk merapatkan benang pakan agar hasil tenunan padat.
  • Bum (Beam): Gulungan benang lungsi (benang vertikal).
  • Karap: Alat pengatur benang untuk membentuk motif.
  • Alat Ikat (Tali rafia/plastik): Digunakan untuk mengikat benang saat membentuk motif (proses pencelupan).
  • Wajan dan Tungku Pewarnaan: Digunakan dalam tahap pewarnaan benang

6. Fungsi dan Kegunaan

Seiring perkembangan zaman, penggunaan Tenun Troso telah meluas:

  • Busana Formal: Seragam kantor, kemeja pria, dan blus wanita.

  • Busana Adat/Pesta: Sarung, kebaya, dan selendang.

  • Interior: Taplak meja, sarung bantal, hingga hiasan dinding.

  • Aksesori: Tas, sepatu, dan dompet berbahan tenun.

0 comments:

Post a Comment

MENU MATERI PRAKARYA DAN KERAJINAN

MATERI KERAJINAN

DAFTAR MATERI:


-

lMATERI REKAYASA


PKWU

DAFTAR MATERI:


DATA LIST VIDEO SISWA


- DATA MENU DAN TUGAS -

Klik Menu untuk masuk kedalam Menu:

LINK ULANGAN